Teori Atom


Teori Atom
Mengenal kata ‘Atom’ pasti rasanya sudah tidak asing lagi, terlebih untuk kalian yang memiliki basic pembelajaran pada bidang kimia. Pada pembahasan kali ini “Teori Atom” menjadi topiknya. Yuk! Pelajari, bagaimana si Atom itu ada?
            Pada beberapa abad sebelum masehi, kebanyakan orang mengenal atom hanya melalui satu teori yaitu teori Kontiyu. Yap! Betul seperti namanya Kontiyu, artinya berkelanjutan. Nah, memangnya Atom itu apa sih?
Atom berasal dari kata ‘atomos’ dimana memiliki arti dalam bahasa Yunani yaitu tidak terbagi atau tidak dapat dipotong. Salah satu filsuf Yunani, yaitu Democritus mengungkapkan teorinya pada saat itu yang berupa atom itu tidak terlihat. Ia menyatakan bahwa jika suatu materi dibagi menjadi bagian yang lebih kecil kemudia terus dibagi lagi makan akan sampai pada suatu saat dimana didapat bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dihancurkan bahkan tidak bisa dibagi lagi dan itulah yang disebut Atom.
Namun, hingga saat abad ke 18 pemikiran filosofis tersebut tidak menghasilkan bukti eksperimental, teorinya tidak begitu diterima. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi beberapa ilmuwan. Siapa saja sih kira-kira? Yuk! Baca sampai akhir ya..
1.   John Dalton
John Dalton merumuskan teori atom yang berhasil menjelaskan hukum-hukum dasar kimia, hukum kekelasan masa, hukum perbandingan tetap, dan hukum kelipatan perbandingan.
John Dalton mengemukakan pendapatnya melalui dua hukum, yaitu hukum susunan tetap (hukum prouts) dan hukum kekekalan masa (hukum lavosier). Berdasarkan hukum tersebut ia menyatakan teorinya sebagai berikut, bahwa atom terususn dari materi yang sangat kecil yang tidak dapat dibagi lagi yang memiliki bentuk seperti bola pejal atau bahkan sebagian orang menyebutnya seperti bola billiard.




2.  J.J Thomsom
Pada tahun 1897, teori tentang Atom dilanjutkan oleh Thomsom. Dengan melakukan eksperimen tabung sinar katoda. Eksperimen Thomsom menunjukan bahwa sinar katoda terbelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik. Hal ini menunjukan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel yang memiliki muatan postif yang disebut proton. Dan pada percobaannya pada medan listrik, sinar katoda terbelokkan menuju ke arah kutub bermuatan positif. Dan radiasi partikel sinar katoda ini yang bermuatan negatif yang akhirnya disebut sebagai elektron. Dan berdasarkan hasil eksperimen proton memiliki muatan lebih besar dibandingkan elektron. Secara umum Teori Atom Thomsom, berbunyi “ Atom adalah sebuah bola pejal yang memiliki muatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.”
Secara sedeharna kita dapat menganalogikan atom adalah buah jambu biji, dimana biji jambu yang tersebar merata ini diibaratkan elektron sedangkan daging jambu merupakan proton.





3.  Rutherford
Ternyata setelah Thomsom menyelesaikan teorinya, teori Atom tetap berlanjut. Seorang ilmuwan yang memiliki nama Ernest Rutherford dengan dua muridnya yaitu Hans Gieger dan Emers Masreden pada tahun 1911 membuktikan melalui percobaan lain yaitu Hamburan sinar alfa dengan lempengan emas tipis sebagai objeknya.
Dari percobaanya ini ia mendapatkan pernyataan bahwa, sebagian besar partikel alfa mampu menembus lembaran emas tanpa dibelokkan.
Lalu Rutherford menyatakan bahwa, “atom bukanlah sebuah bola pejal. Dimana didalam atom hampir sebagian besar adalah ruang hampa yang terdapat inti padat yang pejal yang memiliki inti atom dan elektron sebagai muatan negatif yang mengitari inti atom.




4.  Niels Bohr
Lalu dua tahun kemudian, pada tahun 1913, Neils Bohr mencoba menyempurnakan kegagalan percobaan Rutherford, melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen, ia mengajukan model atom secara khusus. Menurut Niels menyatakan bahwa, elektron-elektron bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom bermuatan postif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planet yang mengitari matahari. Oleh karena itu, model atom Niels Bohr, juga disebut model atom tata surya.

5.  Teori Mekanika Kuantum
Teori mekanika kuantum didasarkan pada beberapa tokoh yang mengungkapkan, diantara lain adalah sebagai berikut :
1.      De Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal dengan dualisme gelombang partikel)
2.      Werner Heisenberg, bahwa katanya atom itu bergerak bebas. Ia menyatakan tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi bersamaan, tetapi yang ditentukan hanyalah menemukan elektron pada jarak tertentu inti. Pernyataan ini secara umum disebut dengan Asas Ketidakpastian.
3.      Erwin Schrodinger, teori ini disebut persamaan Schrodinger pada tahun 1926. Ia menyatakan, “ kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah kemungkinan menemukan elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom.” Menurut Schrodinger daerah terbesar ditemukannya elektron disebut dengan orbital. Lalu Schrodinger berpendapat bahwa, atom mempunyai kulit elektron, kulit elektron memiliki sub-kulit elektron, dan sub-kulit elektron memiliki sub-sub kulit elektron.
4.      Chadiwck, pada tahun 1932 chadwick mengemukakan pendapatnya bahwa dalam atom juga terdapat Neutron yang merupakan komponen dari proton.



DAFTAR PUSTAKA 

https://images.app.goo.gl/anaJgFrk8Lq5ypvS9 
https://images.app.goo.gl/B6JiQFs3TP6sNcX98 
https://images.app.goo.gl/gPBQj6QCsiaPpcds6 
https://images.app.goo.gl/BxtTvvUPKEgr8Eij7 
https://rumusrumus.com/teori-atom/ 

Komentar

Posting Komentar